Breaking News
Home / Palang Merah / Donor Darah Sukarela (DORAS)

Donor Darah Sukarela (DORAS)

Hai, selamat siang! Kamu pasti pernah kan mendengar yang namanya donor darah? Misalnya di TV, koran, sekolah, rumah sakit, atau broadcast di WA / BBM. Atau kamu pernah mendonorkan darah? Keren!

Donor darah adalah kegiatan positif dan mulia karena dapat menolong sesama. Donor darah juga sangat bermanfaat, baik untuk penerima maupun untuk pendonor.

Pengertian Donor Darah

Donor Darah Suka Rela

Ada dua pengertian donor darah, yaitu donor darah dan transfusi darah.

Donor darah : menyumbangkan darah untuk tujuan transfusi darah.

Tranfusi darah : proses pemindahan darah dari seseorang yang sehat dan memenuhi persyaratan ke orang yang membutuhkan.

Orang yang mendonorkan darah disebut pendonor (donatur), dan orang yang menerima darah disebut resipien.

Pengertian Donor Darah Sukarela

Ayo Donor Darah!

 

Disini juga ada dua pengertian, yaitu donor darah sukarela dan donor darah pengganti.

Donor Darah Sukarela (DDS) : seseorang yang menyumbangkan darahnya secara sukarela tanpa mengetahui untuk siapa.

Donor Darah Pengganti (DDP) : seseorang yang diminta untuk menyumbangkan darahnya kepada seseorang dan dia tahu kepada siapa darah tersebut diberikan.

Jadi, kalau DDS itu kita tidak tahu darah kita akan diberikan kepada siapa. Darah yang kita donorkan misalnya di PMI nantinya akan disimpan dan baru akan dipakai bila ada yang membutuhkan.
Sedangkan kalau DDP, kita tahu darah kita akan diberikan kepada siapa. Misalnya kita diminta mendonorkan darah kepada si A karena A baru saja operasi, maka ini termasuk DDP.

Siapa sajakah yang bisa mendonorkan darah?

Syarat Donor Darah

Siapa saja. Saya, kamu, dia dan mereka. Semua orang bisa mendonorkan darahnya asalkan memenuhi persyaratan. Persyaratannya yaitu:

  • Berusia antara 17 sampai 60 tahun
  • Sehat jasmani dan rohani menurut pemeriksaan dokter
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Kadar hemoglobin minimal 12,5 g/dl
  • Tekanan darah Sistolik 100 – 180 mm Hg dan Diastolik 50 – 100 mm Hg
  • Tidak menggunakan narkotika
  • Tidak menderita penyakit beresiko tinggi seperti HIV/AIDS, hepatitis, sifilis, jantung, hati, paru, ginjal, kencing manis, kejang, kanker, atau penyakit kulit kronis
  • Tidak sedang haid, hamil atau menyusui bagi perempuan

Apa sajakah manfaat donor darah?

 

  • Mendapat kepuasan batin, karena darah yang kita donorkan dapat menyelamatkan seseorang
  • Kesehatan kita menjadi terpantau
  • Tubuh semakin sehat, karena tubuh akan memproduksi darah baru setelah kita mendonorkan darah
  • Meningkatkan nilai-nilai kesetiakawanan dan kepedulian sosial

Mungkin kamu bertanya, kok bisa kesehatan kita menjadi terpantau?
Begini ya, setiap kita akan mendonorkan darah, maka kesehatan kita akan diperiksa dulu. Jadinya kita bisa mengetahui kondisi kesehatan kita secara berkala. Makanya, donorkanlah darah kamu secara rutin setiap tiga bulan sekali supaya kesehatan menjadi terpantau (gratis juga 😁😁).

Saya ingin mendonorkan darah, bagaimana caranya?

Kalau sudah fix ingin mendonorkan darah, pastikan kamu sudah memenuhi persyaratan seperti diatas.
Untuk kadar hemoglobin maupun tekanan darah tidak usah dipikirkan, nanti akan dilakukan pemeriksaan.

Jika sudah yakin memenuhi syarat, datanglah ke Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia. Untuk alamat UTD-nya bisa kamu cari di Google.
Jika ditempat kamu belum ada UTD PMI, datang saja ke kantor PMI terdekat dan bilang saja kalau kamu ingin donor darah.

Setelah itu, kamu akan diminta mengisi formulir tentang identitas diri dan riwayat kesehatan.

Selesai mengisi formulir, petugas akan memeriksa kondisi kesehatan kamu terlebih dahulu. Hasilnya nanti akan memutuskan kamu bisa mendonorkan darah atau tidak. Jika bisa, selamat ya. Dan jika belum bisa, coba lagi lain kesempatan, setidaknya kan sudah berniat baik.

Kemudian akan dilakukan pengambilan darah. Prosesnya sebentar (sekitar 10 menit), tidak sakit dan pastinya aman. Darah yang diambil hanya 350 ml saja.

Lalu kamu akan disuruh beristirahat dan diberikan makanan untuk memulihkan stamina.

Kamu juga akan diberikan kartu tanda donor darah sebagai tanda kalau kamu sudah mendonorkan darah.
Datanglah ke UTD PMI antara 2,5 sampai 3 bulan sekali untuk mendonorkan darah lagi.

Jika kita mendonor, siapa sajakah yang bisa kita tolong?

Banyak sekali, mulai dari ibu yang melakukan kelahiran beresiko, orang yang kecelakaan, mereka yang akan operasi, hingga beberapa penyakit yang membutuhkan transfusi darah untuk penanganannya.

Dan berbagai macam kebutuhan darah yang wajib dipenuhi.
Jadi, tunggu apa lagi? Ayo donor darah dan tunjukkan merahmu!

About Martin Mulyo Syahidin

Check Also

3 Lambang Gerakan Palang Merah

Mengenal Fungsi Lambang Gerakan Palang Merah

Seperti yang kita ketahui, saat ini Gerakan Palang Merah mempunyai tiga lambang resmi yang diakui. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *